HALAMAN DEPAN
PLN Ngaku Belum Ada Pelanggan Kaya Komplain Tarif Baru Cetak E-mail
Tuesday, 23 February 2010

Rabu, 17/02/2010 12:34 WIB
sumber : www.detikFinance.com

 

Jakarta - PLN mengaku belum menerima komplain dari pelanggan 6.600 volt ampere (VA) ke atas setelah menerapkan tarif baru bagi pelanggan kaya tersebut sejak 1 Januari lalu.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan di Gedung Kementerian ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (17/2/2010).

"Itu kan sudah jalan mulai 1 Januari. Sehingga pada bulan Februari ini mereka mulai bayar. Hingga kini 90 persen pelanggan 6.600 ke atas sudah membayar tapi saya belum pernah dengar ada pelanggan yang komplain. Aparat PLN juga belum dengar," kata Dahlan.

Terkait permintaan penundaan penerapan tarif baru 6.600 VA ke atas, Dahlan menyatakan keputusan soal itu akan bergantung pada hasil konsultasi antara PLN dengan DPR siang ini di Gedung DPR.

"Itu belum ditunda. Yang jelas kami akan ikut apapun yang diputuskan. Direktur PLN itu buruhnya pemilik PLN. Apa kata pemiliknya kita ikuti," kata dia.

Namun Dahlan bersikukuh apa yang ditetapkannya sudah sesuai dengan UU APBN 2010 dan jika tidak dilaksanakan maka PLN dianggap langgar UU APBN 2010. Penerapan tarif baru untuk pelanggan 6.600 VA ke atas tersebut ditujukan untuk menghemat subsidi dengan adanya pemakaian energi listrik. ia memperkirakan penerapan tarif baru tersebut akan menghemat subsidi hingga Rp 800 miliar.

"Jadi itu bisa hemat subsidi dan juga bisa mendidik masyarakat untuk hemat listrik," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Dahlan juga meminta maaf karena pihaknya tidak melakukan konsultasi dengan Komisi VII DPR saat menetapkan tarif baru pelanggan kaya tersebut.

"Kan sudah bilang kalau aku salah ke Komisi 7 dan saya sudah  minta maaf. Jadi PLN bukan salah ke UU karena itu kami lakukan dalam rangka menjalankan UU," tandasnya.
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 25 February 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Design copyright© by admin@plnkalselteng.co.id